Pengertian solusio plasenta dan cara mengobatinya

Solusio plasenta merupakan pelepasan plasenta dari tempat normalnya di bagian rahim sesudah masa kelahiran. Penyebab perdarahan pada ibu hamil pada trimester ketiga mengenai kaitannya dengan kematian ibu dan janin. Kondisi yang cukup bahaya bagi keduanya. Pada awalnya dokter akan memberikan pemeriksaan secara cukup untuk menangani dengan pemindaian pada tubuh ibu hamil untuk bisa memeriksa lebih lanjut keterkaitan bahaya atau tidaknya pada kelangsungan kelahiran. 

Dolansir dalam halaman halodoc.com adapula faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Solusio plasenta, seperti:

1. Trauma maternal ketika jatuh, kecelakaan dan terjadinya benturan 

2. Merokok, pada kondisi hamil tidak dianjurkan merokok karena saat pernapasan untuk menjadikannya sesak.

3. Alkohol, pada alkohol yang terdapat minum-minuman keras yang menjadikan lebih buruk. Kondisi ini menjadi sangat mengkhawatirkan saat terjadinya kondisi buruk

4. Penggunaan kokain, pada kokain akan menyebabkan kondisi memburuk.

5. Tali pusat pendek, terkadang tidak bisa di prediksi sejak awal bahwa akan menjadi masalah akan tetapi pada saat konsultasi juga kontrol ke dokter, mungkin dokter akan memberikan saran dan tes pada organ dalam melakukan pemindaian gambar juga memastikan keadaan janin juga tali pusarnya.

6. Dekompresi rahim tiba-tiba.

7. Fibromyoma retroplasenta.

8. Ketuban pecah dini, ketuban pecah secara tiba-tiba juga memberikan dampak negatif

9. Usia ibu lebih dari 35 tahun, usia yang rentan terhadap kehamilan juga kematian memberikan dampak lebih berat untuk  melahirkan terkadang operasi caesar lebih di butuhkan 

10.Usia ibu kurang dari 20 tahun, pada usia tergolong muda ini juga menjadi penyebab bahaya terhadap keduanya.

11. Perdarahan retroplasenta yang akan mengakibatkan tusukan jarum, seperti pada amniosentesis.

Diagnosis untuk Solusio plasenta akan ada beberapa tahap  mula-mula diadakan tes wawancara medis serta pemeriksaan fisik untuk bisa menggali data dengan cakupannya adanya perdarahan rasa nyeri yang terjadi juga dapat dirasakan secara langsung karena kemungkinan terjadi trauma yang menjadikan benturan pada kandungan. Adanya tahap selanjutnya  guna mengidentifikasi adanya sumber pada perdarahan vagina, dokter mungkin akan melakukan tes darah dan urin serta USG. Pada pelepasan plasenta terkadang USG tidak selalu bisa diandalkan.

Penanganan dan pengobatan Solusio plasenta pada kondisi janin dan ibu hamil, usia kehamilan, dan tingkat keparahan ibu hamil. Plasenta setelah terlepas dari dinding rahim tidak akan bisa ditempelkan kembali. Penanganan lebih lanjut berguna untuk menyelamatkan ibu hamil dan janin.

Apabila pada penderita ketika kehamilan belum mencapai pada 34 minggu, dokter kandungan akan menyarankan ibu hamil untuk dirawat di rumah sakit supaya keadaan bisa lihat. Apabila detak jantung janin normal dan perdarahan pada ibu hamil akan berhenti, solusio plasenta tidak  parah dan ibu hamil bisa selamat.

Dokter kandungan biasanya akan memberikan suntikan untuk mempercepat pertumbuhan paru-paru pada janin. Dilakukan sebagai antisipasi jika keadaan lepasnya plasenta menjadi buruk, sehingga saat persalinan harus  di sesegerakan meski belum masuk masa kelahiran.

Jika Solusio plasenta tejadi di  usia kehamilan mencapai  34 minggu lebih, maka upaya dokter akan melakukan persalinan yang tidak membahayakan pada ibu dan janin. Jika solusio plasenta tidak parah, ibu hamil masih dapat melahirkan normal dan operasi caesar akan tetap dilakukan saat kondisi sudah sangat membahayakan.

Ketika ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal yang berkaitan pelepasan plasenta diusahakan segera menemui dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai usia kandungan dan kondisi pada kehamilan juga berbiasalah untuk tetao menjaga apa yang seharusnya. Pengaruh buruk selalu ada namun bisa diatasi oleh dokter.

Referensi

alodokter.com

halodoc.com

Referensi gambar

parentingdream.co.id

Kesehatan

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*